Berapa Hari Lagi Puasa Ramadan 2023



Jakarta – Ramadan 1444 H bertepatan pada bulan Maret-April 2023. Jika dihitung mundur, berapa hari lagi puasa Ramadan 2023?

Semua ulama mazhab sepakat bahwa puasa Ramadan hukumnya wajib bagi setiap mukalaf atau orang yang dikenai beban syariat. Menurut Muhammad Jawad Mughniyah dalam Kitab Al-Fiqh ‘ala al-madzahib al-khamsah, yang dimaksud mukalaf adalah orang yang sudah baligh dan berakal.

Selain itu, puasa Ramadan juga wajib bagi orang yang mampu melakukannya dan tidak terhalang haid atau nifas bagi perempuan.

Dalil kewajiban puasa Ramadan mengacu pada firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 183,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Menurut Kalender Islam Global Tunggal yang disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, puasa Ramadan 2023 akan dimulai pada pekan keempat Maret 2023.

Berdasarkan kalender tersebut, 1 Ramadan 1444 H/2023 M jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023. Hal ini senada dengan prediksi yang dilakukan otoritas Uni Emirat Arab (UEA) melalui Persatuan Astronomi Internasional (Arab Union for Astronomy and Space Sciences/ AUASS).

Merujuk pada perhitungan tersebut, puasa Ramadan 2023 tinggal 54 hari lagi.

Penentuan Awal Ramadan Tunggu Sidang Isbat

Penentuan awal Ramadan 2023 di Indonesia sendiri masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI sebagaimana amanah fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 2 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Sidang ini digelar pada akhir bulan Syakban dalam kalender Hijriyah tepatnya pada hari ke-29.

Berdasarkan berita detikHikmah, penentuan awal bulan dalam sidang isbat didasarkan pada penggabungan dua metode, yakni hisab wujudul hilal dan rukyatul hilal.

Metode hisab wujudul hilal didasarkan pada tiga syarat, yakni telah terjadi ijtimak atau konjungsi, ijtimak tersebut terjadi sebelum matahari terbenam, dan pada saat matahari terbenam bulan baru telah wujud.

Sementara itu, metode rukyatul hilal mengacu pada pengamatan hilal secara langsung. Hilal merupakan bulan sabit muda pada fase awal bulan baru. Nantinya, hasil hisab akan dikonfirmasi melalui rukyatul hilal.

Selain Kemenag, organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah turut menentukan awal puasa Ramadan 2023. Dalam pelaksanaannya, NU menggunakan metode rukyatul hilal, sedangkan Muhammadiyah menerapkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Simak Video “PP Muhammadiyah Tetapkan Ramadan Jatuh Pada Kamis 23 Maret 2023”
[Gambas:Video 20detik]

(kri/lus)



Scroll to Top