Bacaan Doa Buka Puasa Ganti Bulan Ramadan



Yogyakarta – Salah satu sunnah saat berpuasa yaitu menyegerakan berbuka dengan membaca doa buka puasa. Waktu berbuka menjadi waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa.

Bahkan, Rasulullah SAW pun menganjurkan umatnya untuk membaca doa ketika berbuka puasa, baik dengan doa buka puasa maupun doa-doa lainnya.

ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل والمظلوم

Artinya: “Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berdoa, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzalimi.” (HR Tirmidzi).

Selain itu, dijelaskan oleh Ustaz Arifin Ibnu Jumani dalam buku Magnet Rezeki Keluarga, bahwasannya Rasulullah SAW pun menganjurkan umat muslim untuk menyegerakan waktu berbuka. Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits berikut:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَلُوا الْفِطْرَ

Artinya: Sahl bin Said menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim).

Saat melakukan puasa ganti bulan Ramadan atau puasa qadha, umat muslim juga dianjurkan membaca doa saat berbuka. Bacaan doa buka puasa ganti bulan Ramadan sama seperti bacaan doa buka puasa yang lainnya, berikut bacaannya:

Dikutip dari buku Doa dan Zikir Makbul karya Abu Hurairah Abdul Salam, ada dua bacaan doa buka puasa ganti bulan Ramadan yang bisa diamalkan.

1. Doa Buka Puasa Versi Pertama

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Latin: Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru in sya Allah.

Artinya: “Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insyaAllah.”

2. Doa Buka Puasa Versi Kedua

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَي رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Latin: Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthortu bi rahmatika ya arhamar rahimin.

Artinya: “Ya Allah, hanya kepada-Mu hamba berpuasa, hanya kepada-Mu hamba percaya, dan hanya dengan rezeki dari-Mu hamba berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Penyayang.”

Tata Cara Melaksanakan Puasa Qadha Ganti Bulan Ramadan

Berdasarkan buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-Hari dari Kandungan hingga Kematian yang ditulis oleh Dr. Muh. Hambali, berikut ini adalah beberapa tata cara melaksanakan puasa qadha ganti bulan Ramadan.

· Membaca niat puasa qadha di dalam hati dengan bacaan sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhaa-i fardhi ramadhaana lillahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat berpuasa pada esok hari untuk mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

· Mempercepat waktu qadha, yaitu menyegerakan mengganti puasa bulan Ramadan yang dilakukan setelah bulan Ramadan sampai akhir bulan Sya’ban.

· Diperbolehkan mengganti puasa bulan Ramadan dengan cara berturut-turut maupun secara terpisah.

· Apabila seseorang tidak mengganti puasanya hingga masuk bulan Ramadhan tahun berikutnya, padahal ia dalam keadaan mampu dan sempat, maka ia akan berdosa.

· Orang yang meninggal dunia dan belum sempat mengganti hutang puasanya di bulan Ramadan, padahal ia mampu, maka ahli warisnya wajib membayar tunggakan itu.

Simak Video “Cara Buka Puasa yang Baik Agar Perut Tak Kaget”
[Gambas:Video 20detik]

(lus/lus)



Scroll to Top