Rini Soemarno Tol Pematang PanggangKayu Agung Siap Beroperasi


Tol Trans Sumatera khususnya ruas Palembang-Kayuagung akan diresmikan presiden Agustus nanti. Foto: PARLIZA HENDRAWAN

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memastikan Tol Pematang Panggang – Kayu Agung yang berada di wilayah Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan siap beroperasi. Kepastian itu didapat usai Rini meninjau langsung ruas toll Pematang Panggang-Kayu Agung.

“Sudah saya cek kondisi terkini termasuk rest area yang dibangun. Saya mendorong Hutama Karya dan Waskita supaya ini nantinya bisa segera beroperasi dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Rini dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa 27 Agustus 2019.

Adapun jalan Tol Pematang Panggang-Kayu Agung – bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera. Berdasarkan data KPPIP, total investasi untuk membangun tol ini mencapai Rp 11,64 triliun. Sedangkan, ruas jalan Tol Pematang Panggang – Kayu Agung adalah 85 kilometer (km) atau 8 ruas bagian tol.

Saat meninjau langsung, Rini sempat berhenti di tempat istirahat atau rest area KM 215. Rest area tersebut sudah selesai dibangun dan akan segera beroperasi setelah ruas tol mendapatkan izin layak operasi.

“Saya berharap keberadaan rest area bisa membantu perekonomian masyarakat lokal. Karena itu, saya mendorong UKM-UKM binaan BUMN juga bisa berjualan di rest area ini,” kata dia.

Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo mengatakan ruas tol Pematang Panggang-Kayu Agung saat ini sudah slesai. Saat ini, kata Bintang, 8 ruas tol Pematang Panggang-Kayu Agung tersebut tinggal dirapihkan supaya layak untuk dioperasikan.

“Untuk jadwal operasi kami akan menunggu keputusan dari Kementerian PUPR. Dalam waktu dekat akan beroperasi,” kata Bintang.

Menurut Bintang, jalan tol Trans Sumatera Bakauheni – Kayu Agung yang dikelola Hutama Karya kini bisa ditempuh selama 6 jam dengan total jarak tempuh 325 km. Sebelum ada tol ini, jarak tempuh tercatat mencapai 10-11 jam.

Di sepanjang ruas tol Trans Sumatera telah disiapkan 12 tempat istirahat (rest area). Setiap tempat istirahat itu akan dilengkapi dengan fasilitas berupa musala, toilet, tempat pengisian BBM, warung makanan dan minuman serta mobile ATM di beberapa titik. Selain itu, Hutama Karya akan menggandeng UMKM binaan untuk memasarkan produk-produk lokal di tempat istirahat.

DIAS PRASONGKO



Scroll to Top