Tips Kelola Dompet Anti Boncos saat Puasa hingga Lebaran



Jakarta

Atur keuangan terkadang menjadi salah satu cobaan yang terjadi di bulan puasa. Sebab, biasanya pengeluaran di bulan puasa lebih tinggi dari bulan-bulan sebelumnya. Mulai dari belanja makanan, buka puasa bersama, hingga belanja baju lebaran.

Hal itu merupakan beberapa pemicu borosnya pengeluaran selama bulan Ramadan. Lantas, apa yang harus kita lakukan?

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menuturkan bahwa salah satu cara untuk mengatur keuangan selama bulan puasa adalah menetapkan anggaran untuk makan. Ia menyarankan untuk menetapkan budget atau anggaran untuk makan seperti biasanya, jangan sampai ‘lapar mata’.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bukannya kemudian anggaran kita yang mengikuti pola makan kita, tetapi pola makan kita yang sebaiknya mengikuti dengan anggaran kita ataupun budget kita ataupun uang yang kita miliki,” tuturnya kepada detikcom, ditulis Kamis (16/3/2023).

Anggaran tersebut ada baiknya sudah termasuk dengan undangan untuk buka puasa bersama teman-teman selama bulan puasa. Apabila ingin menambah anggaran untuk makan, maka ada pos pengeluaran yang harus dikurangi besarannya.

“Mau tidak mau, apabila kebutuhannya lagi banyak, pengeluaran lagi tinggi, undangan buka puasa bersama lagi banyak ya kita harus mau memilah dan memilih mana yang benar-benar mau kita hadiri. Daripada kita harus ngutang demi mengikuti buka puasa bersama? Sebenarnya budget kita juga terbatas,” katanya.

Lebih lanjut, Andy mengatakan bahwa dibalik ‘irit-irit’ menggunakan uang selama bulan puasa, karena kemungkinan akan mudik saat Lebaran. Sebab, pengeluaran saat mudik juga cukup besar, seperti biaya transport, oleh-oleh, memberi uang THR kepada sanak saudara, dan lainnya.

Supaya nggak boncos saat Lebaran, Andy menyarankan untuk tidak menghabiskan uang THR yang didapat untuk kebutuhan Lebaran saja. Ia mencontohkan, apabila kita mendapatkan gaji dan THR menjelang Lebaran nanti, gunakan gaji yang di dapat untuk kebutuhan Lebaran. Lalu, sisihkan uang THR untuk membayar kebutuhan yang bersifat wajib untuk bulan yang akan datang, seperti membayar cicilan, uang sekolah anak, utang, token listrik, dan lainnya.

“Jadi uang THR-nya jangan digunakan sekaligus untuk berlebaran, tapi kita sisihkan, amankan sesuai porsinya ‘berapa sih kita punya kewajiban-kewajiban di bulan yang akan datang?’ begitu,” paparnya.

Senada, Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan bahwa jangan sampai lapar mata. Sebab, biasanya harga makanan di bulan puasa cenderung naik, dan harga di luar makanan cenderung turun karena toko-toko memberikan diskon.

“Fokuskan pengeluaran kita untuk pembelian pada bahan makanan atau makanan, karena pada saat bulan puasa dia cenderung naik,” katanya kepada detikcom.

Safir juga memperingatkan untuk hati-hati dengan banyaknya diskon yang bertebaran. Hal ini bisa membuat pengeluaran menjadi tak terkendali.

“Jangan lupa bahwa bulan puasa adalah bulan di mana para toko dan produsen rajin kasih jor-joran promosi, sehingga kita cenderung beli di luar yang kita butuhkan, ” katanya.

“Jadi harus hati-hati dengan yang namanya promosi dan diskon, jangan sampai kita membeli barang yang tidak kita butuhkan,” lanjutnya.

(das/das)

Scroll to Top