4 Keutamaan Puasa Ramadhan Berkesempatan Raih Surga ArRayyan



JakartaPuasa Ramadan adalah salah satu ibadah yang wajib dilaksanakan bagi setiap muslim. Puasa Ramadan juga termasuk dari lima rukun Islam yang wajib dilakukan ketika mampu tanpa kondisi penghalang apapun.

Kewajiban mengenai puasa Ramadan ini tertera pada firman Allah SWT melalui surah Al Baqarah ayat 185, yaitu

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ١٨٥

Artinya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

Dalam Tafsir Quran Kemenag dijelaskan, barangsiapa di antara kalian hidup di bulan itu dalam keadaan sudah akil balig (dewasa), maka berpuasalah. Dan barang siapa yang sakit di antara kamu atau dalam perjalanan lalu memilih untuk tidak berpuasa, maka ia wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.

Surah ini menjelaskan akan kewajiban berpuasa serta keutamaan yang ketika ditinggalkan puasanya pun harus digantikan dengan hari yang lain.Setelah mengetahui landasan berpuasa, selayaknya kita perlu mengetahui keutamaan puasa di bulan Ramadan.

4 Keutamaan Puasa Ramadan

1. Tameng dari Setan

Dilansir dari buku Berpuasa Seperti Rasulullah karya Saliem Al-Hilali dijelaskan bahwa di bulan Ramadan kejahatan akan berkurang di muka bumi. Setan dan jin akan dikekang serta tidak diberi kebebasan oleh Allah SWT untuk merusak akhlak umat manusia seperti di bulan lainnya.

Hal ini bisa terjadi juga karena umat muslim di bulan ini sedang sibuk menunaikan ibadah puasa. Oleh sebab itu, pintu-pintu neraka ditutup sedangkan pintu-pintu surga dibuka oleh Allah SWT.

Dalam sebuah hadits dijelaskan mengenai keutamaan ini, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ صُفْدَتِ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْحِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُعْلَقَ مِنْهَا بَابٌ. وَنَادَي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَذَلكَ كُلٌّ لَيْلَةٍ

Artinya: “Pada malam pertama bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin pembangkang dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, dan tidak ada satupun pintunya yang dibuka. Pintu-pintu surga akan dibuka dan tidak ada satu pintunya yang ditutup, dan penyeru akan berseru ‘Hai pencari kebaikan, datanglah, dan hai pencari keburukan, berhentilah.’ Allah mempunyai orang-orang yang terbebas dari neraka, dan itu terjadi pada setiap malam” (HR At-Tirmidzi)

2. Raih Ampunan dari Allah SWT

Keutamaan puasa Ramadan selanjutnya adalah mendapat ampunan dosa dari Allah SWT. Pengampunan dosa-dosa ini dijelaskan berlaku terhadap dosa selama satu tahun sebelumnya. Keterangan ini termuat dalam salah satu hadits, yaitu:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa yang puasa Ramadan karena iman dan mengharapkan ridho Allah, niscaya diampuni baginya semua dosanya yang terdahulu.” (HR Bukhari)

3. Kesempatan Raih Surga Ar-Rayyan

Surga Ar-Rayyan dijelaskan oleh Allah SWT akan diberikan kepada orang yang menjalankan ibadah puasa. Pintu ini tidak bisa dimasuki oleh seluruh orang kecuali yang berpuasa saja.

Perihal ini berdasarkan sebuah hadits shahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut ar-Rayyan. Yang masuk melalui pintu itu di hari kiamat hanyalah orang-orang yang berpuasa, yang lainnya tidak masuk lewat pintu itu. Dan diserukan saat itu, “Manakah orang-orang yang berpuasa?” Maka mereka yang berpuasa bangun untuk memasukinya, sedangkan yang lain tidak. Bilamana mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup dan tidak ada lagi yang bisa memasukinya.”” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Doanya Mustajab

Waktu yang paling mustajab untuk berdoa adalah ketika kita dalam keadaan berpuasa. Mulai dari semenjak terbit fajar kita menahan diri dari hal yang membatalkan puasa hingga matahari terbenam kita dianjurkan untuk perbanyak berdoa.

Karena doa yang kita panjatkan selama berpuasa insyaAllah menjadi doa yang sangat mustajab. Dalam sebuah hadits juga dijelaskan,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Artinya: “Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzalimi,” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban).

Itulah beberapa keutamaan puasa Ramadan yang bisa kita jadikan motivasi untuk semangat menyambut serta menjalani puasa Ramadhan.

Simak Video “PP Muhammadiyah Tetapkan Ramadan Jatuh Pada Kamis 23 Maret 2023”
[Gambas:Video 20detik]

(rah/rah)



Scroll to Top