Tiba Di Jakarta Wapres Ceritakan Telah Berbagi Pengalaman Soal Dialog Antaragama di Negeri Sakura


Jakarta, wapresri.go.id – Usai menempuh perjalanan selama kurang lebih 7 jam, Kamis (09/03/2023) pukul 16.20 WIB Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin didampingi Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin beserta rombongan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, dari lawatan ke Osaka dan Kyoto.

Di bandara, Wapres disambut oleh Pj. Gubernur Banten Al Muktabar, Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto, Kapolda Metro Jaya , Irjen Pol. M. Fadil Imran. serta Dan Lanud Halim Perdana Kusuma Marsekal Pertama TNI Adrian P. Damanik.

Saat di atas pesawat dalam penerbangan ke tanah air, Wapres sempat berbincang-bincang dengan para awak media yang turut meliput rangkaian kegiatan Wapres selama 5 hari berada di Jepang.

Wapres bercerita bahwa selain membangun jejaring industri halal di Jepang, dirinya juga berbagi pengalaman tentang diplomasi perdamaian melalui dialog antaragama di Negeri Matahari Terbit tersebut.

“Saya juga kemudian memberikan kuliah umum tentang dialog lintas agama. Yang saya sampaikan adalah pengalaman Indonesia, cara kita menangani masalah dialog agama, toleransi, kerukunan,” ujar Wapres di dalam pesawat menuju Jakarta.

Lebih jauh ia mengungkapkan, Indonesia telah mendapatkan perhatian global karena negara ini memiliki toleransi yang tinggi dalam hal beragama.

“Indonesia memang menjadi banyak contoh dari berbagai negara, dari negara Timur Tengah pun mereka mengatakan bahwa toleransi di Indonesia itu yang paling baik,” ungkapnya.

Ketika menjadi Keynote Speaker di Kyoto University, Wapres juga menyampaikan bahwa perwakilan dari Dubai datang khusus ke Indonesia untuk belajar toleransi.

“Baru-baru ini dari [perwakilan] majelis ulama kaum muslimin, jadi, pusat orang Islam cendekiawan muslim yg ada di seluruh dunia yang berpusat di Timur Tengah di Abu Dhabi, datang ke Indonesia mengatakan, kami ingin belajar dari indonesia tentang toleransi,” terang Wapres.

“Menurut mereka kami ingin banyak belajar ke indonesia tentang toleransi, mengembangan model dakwah Islam, karena itu saat ini bukan waktunya Bahas Arab diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, tapi Bahasa Indonesia yang diterjemahkan ke Bahasa Arab,” tambahnya.

Dalam Kuliah Umum tersebut, Wapres menekankan, dengan adanya toleransi antarumat beragama yang tercipta melalui dialog, maka perdamaian global akan tercipta.

“Dalam konteks ini, saya mengutip pendapat filsuf Jerman, Hans Küng, yang mengatakan bahwa “tidak ada perdamaian antara bangsa-bangsa tanpa perdamaian antarpemeluk agama. Tidak ada perdamaian antaragama tanpa dialog lintas agama. Tidak ada dialog lintas agama tanpa investigasi terhadap fondasi
agama-agama,” kutip Wapres.

Selain memberikan kuliah umum sekaligus berdialog dengan para tokoh agama di Kyoto University, Wapres juga membuka forum antarpemeluk agama yang dibalut dalam acara Dialog Kebangsaan, di Hotel Imperial, Osaka, (06/03/2023)

Dalam forum tersebut, Wapres menekankan, bahwa toleransi juga merupakan penanaman nilai-nilai Pancasila. Salah satu organisasi masyarkat yaitu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bertugas mengawal toleransi kehidupan beragama di tanah air yang dimandatkan Pancasila.

“Untuk kerukunan antarumat beragama juga ada yang dinamakan FKUB, yaitu forum kerukunan umat beragama itu ada di provinsi-provinsi dan kabupaten/kota, maksudnya untuk mencegah kemungkinan terjadinya konflik di antara umat beragama. Dan kalau terjadi konflik maka tugasnya adalah menyelesaikan supaya tidak terjadi konflik lebih lanjut,” terangnya.

Selain Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin, mendampingi Wapres dalam lawatan ke Jepang ini, Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Guntur Iman Nefianto, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono Wahjoe Sedjati, Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler/Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto, Staf Khusus Wapres Masykuri Abdillah, Masduki Baidlowi, dan Zumrotul Mukaffa,Tim Ahli Wakil Presiden Farhat Brachma, serta Plt. Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah Taufik Hidayat (SK/RJP-BPMI, Setwapres)

Scroll to Top